Sabtu, 27 Oktober 2012

PERAN INDIA TERHADAP ARSITEKTUR BANGUNAN INDONESIA



ARTIKEL INDIANISASI
PENGARUH INDIA DIBIDANG ARSITEKTUR

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Sejarah Asia Tenggara
Dosen pengampu Bpk. Suharso





Disusun oleh :
Limat Waljariyah    3101410079

JURUSAN SEJARAH
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2010
PEMBAHASAN TENTANG KONTAK BUDAYA INDIA TERHADAP INDONESIA BERUPA ARSITEKTUR BANGUNAN
Bangunan yang berisi Hindu-Budha adalah berupa undakan. Dan undakan tersebut menunjukkan kasta atau dewa yang disembah. Di Indonesia, sejumlah undakan terdapat di struktur bangunan, misalnya candi Borobudur. Candi ini merupakan bangunan peninggalan Dinasti Syailendra yang beragama Budha.
Pada bangunan Candi Borobudur, terlihat khas dari arsitekturnya. Terdapat tiga bagian utama yaitu; ‘kepala’, badan’, dan ‘kaki’. Dari ketiga bagian ini, melambangkan ‘triloka’ atau tiga dunia. Yaitu bharloka (dunia manusia), bhuvarloka (dunia orang-orang yang tersucikan), dan svarloka (dunia para dewa).
Bangunan dalam perspektif Budha di Candi Borobudur Yogyakarta telah identik dengan kehidupan masyarakat setempat pada masa itu. Candi ini mengadopsi kebudayaan dari India. Tetapi tidak semua kebudayaan dari India tersebut diserap oleh masyarakat bangsa indinesia secara keseluruhan. Bangunan-bangunan tersebut beranjak dari bangunan spiritual, semisal masjid maupun profan (biasa).
Arsitektur bangunan Candi Borobudur ini, terus bertahan dan diperbaharui dengan bangunan-bangunan lain yang lebih modern. Misalnya masjid Kudus, masjid ini terdapat menara. Dan menara Kudus ini mempertahankan arsitekturnya bangunan Hindhu.padahal bangunan ini terletak di masjid. Kemungkinan besar pendiri masjid Kudus yaitu Jafar Sodiq (Sunan Kudus) mendirikan menara tersebut guna menarik perhatian masyarakat Kudus yang mulanya beragama Hindhu mau berpindah ke agama islam.
Selain menara Kudus, dapat dilihat gerbang masuk masjid yang menyerupai gapura sebuah pura. Serta tempat wudhu yang dihiasi ornamen-ornamen khas Hindhiu. Itu semua dapat diasumsikan . yang pertama yaitu bangunan tersebut merupakan proses akulturasi antara budaya Hindhu yang banyak dipraktekkan masyarakat kudus sebelumnya dengan budaya Arab-Persia yang hendak dikembangkan. Yang dimaksudkan oleh pendiri Masjid yaitu Jafar Sodiq (Sunan Kudus) agar tidak terjadi cultur shock atau kekagetan budaya yang bisa mengakibatkan terasingnya orang-orang pemeluk islam baru, sebab tercerabut secara tiba-tiba dari budaya mereka.
Yang kedua yaitu bahwa penempatan arsitektur hindhu di akibatkan para arsitek dan tukang bangunan yang membangun masjid menguasai gaya atau corak bangunan Hindhu. Dan itu berakibat corak pembangunan mereka bermode Hindhu.
Di peradapan kontemporerpun, corak atau mode arsitektur bangunan juga masih menggunakan mode India. Semisal gedung  sate yang terletak di kota Bandung , masjid Agung Demak, dan masih banyak lagi bangunan-bangunan lainnya yang mendapat pengaruh dari India.











Tidak ada komentar:

Posting Komentar